Inthilan

Selasa, 13 Maret 2012

Yang di Sayang jangan sampai Malang,,,,

Bagaimanapun juga tempat ini adalah awal dari segala- segalanya. Mulai dari kajian, diskusi yang tidak ada hasil atau bahkan hanya sekedar ngobrol ngalor ngidul sembari menikmati segelas kopi dan harumnya filter yang terhisap. Tawa dan canda, tangis dan susah semuanya pernah terekam dengan baik dan begitu berkesannya di tempat ini. Tapi, sekarang Aku tak se-istimewa yang dulu. Apa karena bentuk fisikku yang JaDul..? Atau karena atapku,,? yang jika hujan datang bersilaturahmi selalu ada sebuah tempat khusus dibawahnya yang dengan SETIA menerima tetes demi tetes air hujan. Dan jika di ibaratkan aku hanyalah ibarat mainan yang sudah lama dan ada permainan yang baru buat sang pemiliknya. Tapi aku tetap berdiri kokoh,,setiap sorenya Aku pun selalu tersenyum jika ada anak kecil yang bermain dan belajar di tempatku. Dan mereka tak hanya sendiri, mereka selalu di temani seorang kakak yang baik,,mengorbankan waktunya demi terciptanya sebuah kehidupan kecil di tengah oase yang hampir kering. Selalu  membersihkanku dari debu yang menempel di kulitku,,,tanpa kenal lelah meskipun tanpa upah,,,InsyaAllah Ikhlas,,,begitu pun katanya,,
memang pada dasarnya kakak itu suka dengan anak-anak kecil. Anak kecil bisa untuk pengobat strees sejenak untuk melupakan penatnya kegiatan sehari-hari.
dan Aku pun hanya memohon dengan sangat,,,Kunjungilah Aku,,,Haiii para Cendekiawan Bangsa...,,,,,,,,,,,,
Aku Rindukan Kalian SEMUA,,dalam sebuah hal yang pernah terjadi di sini.


The Most Beautiful Places == Marakom HmI Cab. Purworejo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar